5 Mitos dan Kesalahpahaman Tentang Dunia Programming

    0
    220

    Programmer adalah salah satu pekerjaan yang menjadi impian bagi sebagian orang. Namun banyak orang mengubur cita-cita untuk menjadi seorang programmer karena takut dengan serangkaian mitos yang sering dikaitkan dengan dunia programming. Misalnya menjadi programmer lekat dengan seseorang yang jago dalam matematika, hal tersebut adalah SALAH.

    Ironisnya mitos serta kesalahpahaman tentang dunia programming telah banyak menyebabkan orang berhenti sebelum mulai belajar. Ketakutan tersebut akan menyesatkan kita dari hal-hal yang sebenarnya mudah dan tidak sesulit yang kita bayangkan. Dalam artikel ini beberapa mitos tentang programming akan dibongkar sehingga kita tahu bahwa hal yang kita takutkan tidaklah benar.

     

    1. Harus Menjadi Seorang Ahli Matematika Untuk Belajar Bahasa Programming

    Matematika memang merupakan hal yang paling ditakuti banyak orang bahkan sejak kita masih di bangku sekolah. Namun orang-orang banyak salah paham tentang kaitan antara matematika dan programming, mereka menganggap untuk menjadi seorang programmer haruslah ahli dalam matematika.

    Kenyataannya seorang programmer itu menulis kode dan bukannya rumus matematika. Pengetahuan tentang matematika bukanlah satu-satunya hal yang paling penting untuk menjadi seorang programmer. Kamu hanya perlu tahu dasar algebra, logika, kemampuan memecahkan masalah serta yang paling penting adalah kesabaran.

    Selain itu ada “libraries” dan plugins yang dapat kamu gunakan untuk membantu memecahkan masalah matematika dan alogaritma. Pada akhirnya programmer sama saja dengan profesi lainnya, keahlian hanya didapat oleh orang yang benar-benar berusaha, disiplin dan tidak takut akan kegagalan.

    2. Harus Belajar Bahasa Pemrograman Terbaik

    Pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh seorang pemula adalah “apa bahasa pemrograman terbaik yang harus dipelajari?”. Dalam dunia programing sendiri ada banyak sekali jenis bahasa pemrograman misalnya seperti Pascal, Java, Bahasa C, Assembly, Python dll. Jadi mana bahasa terbaik untuk dipelajari?

    Sebenarnya pertanyaan tersebut bagus namun juga kurang tepat, bahasa pemrograman terbaik yang harus kamu pelajari adalah bahasa yang kamu incar dan akan digunakan untuk bekerja nantinya. Misal kamu ingin menjadi seorang web developer maka sebaiknya kamu mempelajari HTML (HyperText Markup Language) dan CSS (Cascading Style Sheets). Dengan kata lain tidak ada yang namanya bahasa terbaik akan tetapi “bahasa yang tepat” untuk dipelajari berdasarkan tujuanmu.

    3. Harus Menghafal Semua Syntax dan Tidak Menggunakan Fitur Help

    Banyak orang berpikir dengan menjadi seorang programmer berarti kita harus menyimpan ratusan bahkan ribuan kode dalam otak kita. Pemikiran tersebut menyebabkan banyak orang berkecil hati untuk menjadi seorang programmer. Sebenarnya kita tidak perlu menyimpan ribuan syntax serta kode dalam kepala kita karena ada banyak sekali tools yang dapat membantu kita misalnya Google, IDE dan frameworks.

    Tools tersebut akan memudahkan pekerjaan kita dalam menyusun ribuan kode, misal menggunakan IDE yang akan menampilkan rekomendasi syntax dan jika kamu mengalami kesulitan gunakanlah Google crystal ball. Menggunakan frameworks akan membantu kita memahami apa yang dapat dilakukan oleh suatu bahasa pemrograman serta batasan-batasan yang dapat mereka capai.

    4. Saya Tidak Bisa menulis Terlalu Banyak Kode

    Apakah kamu termasuk salah satu orang yang takut untuk melihat webpage source? Bagaimanapun HTML bukanlah sebuah bahasa pemrograman, itu hanyalah sebuah bahasa mark-up. HTML membangun sebuah struktur web menggunakan tags yang mengijinkanmu untuk meng mark-up konten.

    Sekilas kamu akan meihat banyak sekali kode yang menyusun sebuah konten, namun jika diperhatikan yang terlihat hanyalah segelintir kode yang mengandung statements, methods dan loops yang diulang-ulang. Suatu saat kamu akan merasa 10.000 baris kode bukanlah apa-apa dan akan akan kecanduan untuk menyelesaikannya secepat mungkin.

    5.Hanya Butuh 1 Minggu Untuk Belajar dan Menguasai Bahasa Programing

    Ingat!! Jangan pernah menganggap suatu hal terlalu sulit untuk dilakukan namun kita juga tidak boleh menganggap enteng sesuatu. Banyak orang berpikir hanya dengan beberapa minggu kita sudah bisa menjadi ahli bahasa pemrograman, itu SALAH!! Jangan berharap bisa menjadi ahli suatu bahasa pemrograman dalam waktu beberapa minggu (kecuali untuk orang jenius), umumnya akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa menjadi seorang programmer pro.

    Bukannya  bermasuk menakut-nakuti, tapi memang begitu kenyataannya kita tak bisa belajar secara instan serta butuh kesabaran lebih jika benar-benar menginginkan sebuah skill yang terasah. Jangan terlalu tergesa-gesa dan ingin cepat memamerkan skill programming kamu, belajarlah dengan sabar step by step sehingga kamu benar-benar mengerti.

    Untuk menjadi seorang programmer pro kamu harus menikmati semua kegagalan yang kamu alami karena cuma itu jalan untuk meningkatkan skill mu. Ingat coding sama dengan kegiatan lainnya yang mana butuh ketekunan agar menjadi sempurna. Tak ada jalan pintas dalam belajar programming, kamu harus terus melakukannya sampai semuanya sempurna.

     

    Itulah beberapa mitos dan kesalahpahaman terkait dengan dunia programming. Terlepas dari itu kegiatan programming bukanlah sesuatu yang sulit dan juga tidak mudah. Semua itu tergantung seberapa keras usaha dan ketekunan kita dalam belajar. Memang tak ada jalan pintas namun tak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha.