Google Di Denda 2,42 Miliar Euro Oleh Uni Eropa

google didenda uni eropa

Belum lama ini Google telah mendapatkan pukulan dari Uni Eropa dengan denda sebesar 2,42 miliar euro ($ 2,7 miliar) atau sekitar35,1 triliun rupiah. Hal ini karena Google telah dianggap melanggar undang-undang antimonopoly.

Keputusan tersebut menyusul penyelidikan selama 7 tahun terhadap perusahaan asal AS tersebut yang mengindikasikan bahwa Google telah menyalahgunakan algoritmanya untuk mendominasi sistem pencarian.

Uni Eropa berpendapat bahwa karena Google sangat dominan di Eropa, seharusnya ia tidak melemahkan posisi pesaingnya dengan cara illegal. Sebagai bentuk hukuman lainnya, Google harus mengubah bentuk algoritmanya dan menyesuaikan dengan prinsip dasar yang tidak melemahkan para pesaingnya.

DISARANKAN  Facebook Luncurkan Fitur Untuk Mencari Jaringan Wifi

Jika Google tidak mau menanggapi baik akan keputusan pihak Uni Eropa ini, maka ia akan menerima dampak yang lebih besar daripada yang seharusnya. Pihak Uni Eropa sebenarnya dapat memberikan denda hingga 10% dari total pendapatan perusahaan raksasa tersebut. Jika dihitung mungkin bisa mencapai total $9 miliar atau sekitar 117 triliun rupiah.

DISARANKAN  Para Pemilik Google Mengaktifkan Bluetooth di Beranda Mereka

Namun pernyataan Uni Eropa tersebut sepertinya mendapatkan respon dari pihak AS. Mereka menuduh Uni Eropa melakukan perlakuan tidak adil terhadapĀ  perusahaan teknologi asal Amerika. Baru-baru ini Vestager mendapatkan kecaman karena keputusannya tahun lalu yang memaksa Apple membayar pajak Irlandia sebesar 13 miliar Euro.

Tentu saja tuduhan tersebut membuat pihak Uni Eropa tidak mau berdiam diri, mereka terus berusaha menyangkal tuduhan pihak AS tersebut. Ia mengatakan punya bukti data valid dari hasil penyelidikan selama 7 tahun terhadap perusahaan Google.

DISARANKAN  Bursa Uang Virtual Korea Selatan Diretas Oleh Hacker

Berdasarkan data yang mereka miliki, Uni Eropa yakin bahwa perusahaan asal AS tersebut telah melakukan pelanggaran terhadap undang-undang antimonopoly karena melakukan dominasi illegal pada algoritma mesin pencarinya.