Tanggapan CEO Telegram Setelah Aplikasinya Terblokir di Indonesia

Pemblokiran layanan chat Telegram yang dilakukan KEMKOMINFO untuk wilayah Indonesia mendapatkan respown langsung dari CEO aplikasi tersebut. Sebelumnya hanya satu dari delapan provider di Indonesia yang melakukan pemblokiran, namun sekarang sudah tiga provider yang memblokirnya, diantaranya adalah Telkomsel & XL Axiata.

Benar saja, setelah berbagai macam isu dan sebuah wacana, aplikasi Telegram saat ini resmi diblokir di Indonesia. Data statistik milik Telegram menunjukan kehilangan 8-15% pengguna aktifnya hari ini, khususnya yang berasal dari Indonesia, informasi tentang pemblokiran aplikasi ini juga sudah tersebar luas, Aplikasi telegram resmi di blokir di Indonesia.

Pavel Durov, salah satu CEO dari aplikasi Telegram, mengatakan melalui layanan chat buatannya: “Beberapa Pemikiran Orang Indonesia- Banyak orang yang baru menggunakan Telegram berasal dari Indonesia, dan sekarang kami memiliki beberapa pengguna aktif di negara indah itu. Saya pribadi penggemar berat Indonesia – saya pernah ke sana beberapa kali dan memiliki banyak teman di sana. Lantas saya kesal karena Kementerian Komunikasi dan IT menyarankan agar memblokir Telegram di Indonesia. Kami telah memperbaiki situasi saat ini dengan melakukan beberapa upaya, salah satunya dengan memblokir channel teroris, dan membentuk tim moderator..”.

DISARANKAN  Apple Menghapus Aplikasi VPN dari App Store di China

Kekecewaan Pavel Durov diungkapkan melalui akun Telegram miliknya, lanjutnya: “Telegram memang sangat terenkripsi dan berorientasi pada privasi, tetapi kami bukan teman Teroris. Saya telah mengirim email ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendengar umpan balik dari mereka”.

Penyataan ini diungkapkannya melalui akun Telegram dan blog resmi milik telegram, yang bertulis Durov’s Channel, 16 Juli 2017, telegram/@durov.

DISARANKAN  Setelah Berbagai Macam Dilema, Akhirnya Spotify Tersedia di Windows Store