Pengertian dan Resiko Melakukan Overclock

Pengertian overclock

Pengertian Overclock

Overclock tersusun dari kata “over” yang berarti melebihi batas dan “clock” yang berasal dari kata “clockspeed”, sebutan umum untuk kecepatan suatu komponen komputer. Jadi jika keduanya digabungkan berarti sebuah usaha yang dilakukan untuk membuat kecepatan kinerja komponen komputer berada “diluar batas” pabrikan. Komponen yang biasanya dioverclock adalah prosesor, VGA/GPU dan RAM.

Kegiatan overclocking sendiri sudah cukup lama dilakukan, kira-kira sejak tahun 1985. Kecepatan prosesor jaman dulu sangat jauh berbeda dengan sekarang, jadi overclock tidak memberikan perubahan yang signifikan. Saat itu overclock hanya bisa dilakukan dengan sebuah jumper pada mainboard, seperti prosesor Pentium 166Mhz di overclock dengan jumper hingga mencapai kecepatan 200Mhz. Jika diperhatikan hanya naik 34Mhz setelah dioverclock, namun angka tersebut sudah cukup lumayan saat itu.

Tahun 1997 adalah masa dimana kegiatan overclocking menjadi booming, saat dimana intel mengeluarkan prosesor Celeron dengan kecepatan 300Mhz yang dapat dinaikan hingga 450Mhz. Lalu salah satu perusahaan Taiwan yang saat itu menguasai bidang hardware mengeluarkan sebuah motherboard dengan sebuah jumper di dalamnya sehingga pengguna bisa melakukan setup kecepatan prosesor pada BIOS.

Dengan semakin berkembangnya dunia overclock, saat ini sudah banyak kompetisi overclock yang diadakan di seluruh dunia. Misalnya G.Skill OC World Cup 2016, MSI MOA 2009, 2010 & 2012 serta Gigabyte GOOC 2009 di Thailand. Dari situlah lahir para overclocker professional yang berasal dari seluruh dunia.

DISARANKAN  Cara Mengenali Charger Smartphone yang Bagus

Tujuan Melakukan Overclock

Seperti yang telah disebutkan dalam pengertian overclock diatas, tujuan melakukan overclock tentu saja untuk menaikkan kecepatan komponen komputer dalam memproses suatu data. Setiap komponen komputer telah mempunyai setup masing-masing saat proses produksinya yang disesuaikan dengan kemampuan komponen tersebut. Namun kadang para penggunanya menginginkan performa yang lebih baik, saat itulah mereka melakukan overclock.

Overclock banyak digunakan sebagai alternative jika menginginkan performa komputer yang lebih baik namun tidak mau membeli yang lebih bagus. Misal saat seseorang ingin memainkan sebuah game namun spesifikasi hardware komputer mereka tidak memenuhi minimum requirements. Biasanya mereka akan melakukan overclocking demi mendapatkan performa yang lebih baik agar mampu menjalankan game ataupun aplikasi yang tadinya tidak mampu dijalankan.

Tentang besarnya perubahan yang dihasilkan setelah dioverclock sangatlah beragam karena ada banyak factor yang mempengaruhi. Namun bisa dikatakan saat ini komponen yang memiliki overclockability rata-rata performanya akan meningkat 20% setelah di overclock. Memang bukan angka yang besar tapi ini adalah alternative terbaik jika kamu tidak ingin mengeluarkan banyak biaya.

Resiko/Bahaya Melakukan Overclock

Pepatah mengatakan “tak ada gading yang tak retak”, dibalik manfaat yang didapatkan dari kegiatan overclocking ada segudang resiko yang harus kamu tanggung. Berikut berbagai resiko yang mungkin terjadi saat melakukan overclock.

  • Melakukan overclock bukanlah perkara mudah (sebenarnya mudah untuk sederhananya), butuh waktu yang lumayan jika kamu ingin belajar lebih dalam tentang dunia overclocking.
  • Ada kemungkinan sistem akan menjadi tidak stabil dan sering lag/hang. Namun saat ini sudah ada komponen yang didesain tidak akan lag/hang saat dioverclock.
  • Komponen akan mengalami overheat (suhu berlebih). Komponen yang terus dipacu melebihi kemampuan standartnya lama-kelamaan akan mengalami overheat. Jika hal ini terjadi sebaiknya kamu mengistirahatkan perangkat tersebut supaya suhunya kembali turun dan menghindari resiko rusak karena overheat.
  • Resiko kerusakan pada komponen yang dioverclock menjadi lebih besar karena dipaksa bekerja lebih berat daripada seharusnya dan bisa berimbas pada umur komponen tersebut.
DISARANKAN  Bocoran Processor Ryzen 3 oleh AMD
Overclock
Proses overclock dengan bantuan liquid nitrogen.

Rekor Overclock Tertinggi yang Pernah Dicapai

Semakin banyaknya orang yang tertarik dengan dunia overclocking maka diadakanlah berbagai kompetisi overclock baik lokal maupun internasional. Dari kompetisi-kompetisi itulah lahir nama-nama overclocker terbaik dari seluruh dunia. Seakan tak mau kalah, Indonesia juga mempunyai banyak overclocker yang telah berlaga di berbagai  kompetisi internasional. Sebut saja Hasan Jadid ‘Hazan’,Benny Lodewijk, Ekky, dan Hendra Wijaya ‘Coldest’.

Para overclocker terbaik tersebut berlomba-lomba melakukan overclocking dan membuktikan siapa yang dapat mencapai frekuensi tertinggi. Dibawah ini ada beberapa rekor overclock tertinggi yang pernah dicapai oleh para overclocker di seluruh dunia.

  • Chi-Kui Lam seorang overclocker dari hongkong berhasil memecahkan rekor setelah memacu prosesor Intel i7 6700K hingga kecepatan 7Ghz (7.025,66 Mhz). Kecepatan asli prosesor tersebut adalah 4Ghz.
  • Seseorang yang dikenal sebagai The Stilt berhasil memacu prosesor AMD A10-6800K miliknya hingga kecepatan 8,2Ghz pada 2013 lalu.
  • Dinos22 dibantu SniperOZ berhasil menaikan kecepatan prosesor Intel Core i7 5960X dari kecepatan standartnya 3Ghz menjadi 5,92Ghz.
  • Macci, Chew*, 64NOMIS, AJS dan Hardman bersatu dan berhasil mengoverclock prosesor AMD Bulldozer FX-8150 hingga kecepatan 8,429Ghz.
DISARANKAN  SteelSeries Rival 500, Mouse Gaming Terbaik Untuk Game MOBA/MMO

Sebenarnya masih banyak rekor overclock tertinggi yang pernah dicapai, namun beberapa contoh diatas mungkin sudah memberi kamu gambaran seperti apa dunia overclocking itu.

Tips Saat Ingin Melakukan Overclock

Overclock bukanlah hal yang bisa dilakukan dengan main-main, jika tidak berhati-hati dan sesuai prosedur malah akan mengakibatkan kerusakan pada komponen. Untuk itulah Gavetions akan memberikan beberapa tips dasar bagi kamu yang ingin belajar tentang overclocking.

  • Kenali hardware yang akan dioverclock, sangatlah penting untuk mengetahui spesifikasi hardware sebelum melakukan overclock.
  • Tentukan perangkat mana yang paling efektif untuk dioverclock. Sebenarnya semua perangkat bisa dioverclock, namun peningkatan performa setiap perangkat berbeda-beda.
  • Siapkan mental yang kuat karena melakukan overclocking butuh kesabaran dan fokus.
  • Penting!! Tidak semua perangkat dengan merk dan jenis yang sama akan menghasilkan frekuensi yang selalu sama.

Itulah sedikit pembahasan tentang seluk beluk dunia overclocking. Dengan terus berkembangnya teknologi prosesor maka dunia overclocking pun akan ikut berkembang. Apa kamu berminat untuk menjadi seorang overclocker profesional? Jika iya berlatihlah dengan sungguh-sungguh agar bisa berlaga di kompetisi internasional.