Steam Membiarkan Pengembang Menjual Game PC Manapun

0
76
Steam akan membiarkan pengembang untuk menjual Game PC manapun
Steam akan membuat sistem baru untuk menentukan game dari pengembang layak di Steam Store

Steam, merupakan perusahaan Game PC terbesar di dunia, perusahaan yang bergerak dalam Game PC ini ingin mendapatkan hasil yang lebih besar lagi. Hal ini karena Gabe Newell (Pemilik Steam) dan pengembang dari game Valve, telah selesai dalam memilih-milih permainan atau games yang sesuai untuk disediakan di Steam Store. Perusahaan Valve juga menggunakan aplikasi Steam Greenlight untuk menentukan game yang layak.

Perusahaan Valve tidak berbeda seperti Steam, perusahaan ini bergerak dibelakang Steam yang membantu membangun Half-Life dan Dota 2, serta  game-game populer lainnya yang dijual atau terdaftar dalam Steam. Valve Game telah bereksperimen selama lima tahun terakhir dengan fitur yang bernama Steam Greenlight, yang digunakan untuk menyeleksi game-game atau menentukan game tersebut layak untuk disediakan di Steam Store. Namun, perusahaan Valve masih ragu-ragu dalam membeli atau menggunakan Steam Greenlight untuk jangka panjang. Bahkan, setelah melakukan voting, keputusan terbanyak adalah untuk menyingkirkan Steam Greenlight dari sistem Valve.

Seteah pengumuman hasil keputusan voting, Valve akan memberitahu setiap pengembang untuk mempublikasikan game mereka sendiri pada platfrom Steam.

Kembali ke Steam, baru-baru ini Steam akan membuat sistem baru dan akan datang pada bulan ini. Dalam sistem ini, terdapat batasan untuk menjaga kualitas permainan atau game di tingkat paling rendah (minimal), sehingga permainan-permainan atau game yang akan tersedia di Steam Store kedepannya akan menjadi berkualitas, menyenangkan dan tidak mengecewakan pembeli atau pemain yang memainkan game tersebut.

Steam akan memulai sistem ini pada musim semi mendatang, walaupun sistem ini termasuk langkah terbaik, namun Steam akan mengalami masalah biaya atau kompensasi, karena saat sistem ini mulai digunakan, hanya terdapat sedikit pengembang dan game baru yang akan tersedia di Steam Store.

  • Perusahaan Valve

ValveDari sebuah postingan blog milik Valve ; “Valve akan meminta beberapa pengembang baru untuk menyelesaikan atau melengkapi dokumen digital, pribadi atau perusahaan verifikasi, dan dokumen pajak mirip dengan proses mengajukan permohonan rekening bank. Setelah itu, pengembang akan membayar biaya aplikasi recoupable untuk setiap judul baru (game) yang mereka ingin distribusikan.”

Menurut perusahaan media yang tergabung dalam Valve, Valve masih akan memeriksa apakah permainan benar-benar bekerja dengan baik dan memastikan pengembang serta gamenya tidak melanggar hukum lokal pada pornografi atau bentuk lain dari konten dibatasi.

Sistem baru ini telah dikonfirmasi oleh staf perusahaan Valve, bahwa sistem ini akan memiliki user voting. Mendaftar dengan Valve, membayar biaya, dan menyesuaikan dengan hukum yang berlaku di negara yang ditargetkan atau pemain terbanyak dalam game yang dibuat oleh pengembang, kemudian game yang dibuat oleh pengembang akan mendapatkan hak untuk diterbitkan di Steam.

Dengan kata lain, Valve akan bergerak lebih jauh dari jenis “walled garden”. Perbedaan yang dapat terlihat dengan jelas yaitu dengan mengetahui bayaran pengembang untuk mendaftarkan gamenya di Steam. Jika Google Play Store mengenakan biaya pendaftaran hanya $ 25, maka perusahaan Valve akan mengenakan biaya yang lebih tinggi, yaitu berkisar antara $100 sampai dengan $ 5000. Harga ini melebihi harga yang diterapkan oleh Apple dengan iTunes App Store dan Google Play Store.

Perusahaan Valve mempunyai beberapa alat atau software baru yang bisa membantu pengunjung atau user menemukan yang mereka ingin mainkan. Alat ini juga akan menampilkan game-game baru yang telah dirilis dan tersedia di Steam Store. Dengan begitu, maka perusahaan Valve dan Steam akan menjadi perusahaan raksasa Game PC di dunia, dan para pengembang atau developer harus membayar lebih agar permainanannya dapat diterbitkan di Steam.