Tujuan Serangan Ransomware Lebih dari Sekedar Uang

tujuan ramsomeware bukanlah uang

Seperti kabar yang sudah banyak beredar, virus ransomware telah menyerang banyak komputer di seluruh dunia. Banyak dari korban malware ini dipaksa untuk membayar uang tebusan agar data di komputer mereka dapat selamat. Namun tahukah kalian bahwa tujuan dari serangan virus ini lebih dari sekedar uang?

GoldenEye atau yang lebih dikenal dengan NotPetya telah menginfeksi banyak komputer sejak selasa lalu. Bukan hanya menyerang komputer milik individu, nama-nama perusahaan besar seperti FedEx, Merck, Cadbury dan AP Moller-Maersk tak luput dari serangannya.

DISARANKAN  Tahukah Kamu Siapa Pembuat Game Solitaire? Inilah Orangnya

Dengan 4 perusahaan diatas saja, para pelakunya dapat memperoleh hingga $130 miliar atau sekitar 1.690 triliun rupiah. Namun kini ada spekulasi lain yang mengatakan bahwa fenomena ini bukan dilakukan oleh para hacker untuk mendapatkan uang.

Ada yang mengatakan bahwa oknum tertentu menggunakan malware ini untuk menyerang Negara tertentu dan agar korban menyalahkan para hacker atas kejadian ini. Tujuan sebenarnya dari serangan ransomware ini adalah untuk mendapatkan dan menghancurkan data yang mereka incar.

DISARANKAN  Trump Berbicara ke Putin Untuk Menciptakan "Unit Keamanan Cyber"

Jika dipikir hal ini bukanlah sesuatu yang baru, perang cyber sudah terjadi sejak waktu yang lama. Ada oknum tertentu yang menggunakan media cyber sebagai sarana untuk merusak infrastruktur, pemilihan atau bisnis seseorang. Korea Utara membocorkan email milik Sony, hacker mematikan jaringan listrik milik Ukraina selama konflik dengan Rusia, dan AS masih belum melupakan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.

DISARANKAN  Facebook Luncurkan Fitur Untuk Mencari Jaringan Wifi

Jika hal ini memang benar, maka serangan ransomware memiliki tujuan yang jauh lebih berbahaya daripada sekedar uang. Misal saja jika mereka menyerang komputer milik perusahan Merck, maka data mereka akan hilang sehingga hal ini akan menyebabkan hal serius lain seperti keterlambatan obat-obatan.